CARAPANDANG - Xerostomia atau mulut kering bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini sering membuat bibir dan mulut terasa kering. Ada juga yang merasakan langit-langit mulut terasa kering, sehingga berbicara atau menelan terasa lebih sulit.
Gejalanya bisa ringan hingga cukup berat, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa gejala xerostomia yang umum penderita rasakan: Rasa lengket atau kering di dalam mulut. Bibir pecah-pecah dan retak karena kurangnya kelembapan. Bau mulut yang sulit hilang. Tenggorokan terasa kering atau sakit secara terus-menerus. Sulit berbicara, menelan, atau mengunyah makanan kering. Hidung dan langit-langit mulut terasa kering. Suara serak atau menjadi parau. Rasa haus meningkat meski sudah cukup minum. Luka, sariawan, atau rasa nyeri di lidah dan gusi. Perubahan indera perasa, misalnya makanan terasa hambar atau pahit. Kesulitan menggunakan gigi palsu karena mulut terasa licin dan tidak nyaman.
Gejala yang lebih parah dapat berupa: Gigi mudah berlubang karena berkurangnya perlindungan air liur. Mata dan kulit menjadi kering. Muncul ruam pada kulit. Nyeri atau kaku pada sendi
Mulut kering atau xerostomia bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti sulit berbicara, menelan, bahkan meningkatkan risiko gigi berlubang. Penanganan ini tidak hanya bertujuan untuk meredakan rasa kering, tetapi juga mencegah komplikasi lebih lanjut pada kesehatan mulut dan gigi.