Paus Leo XIV juga menegaskan bahwa ia bukan seorang politisi dan tidak bermaksud menyerang presiden secara pribadi dengan seruannya untuk perdamaian di Timur Tengah.
Pernyataan Trump menuai kritik tajam dari para pemimpin agama di AS. Uskup Agung Paul Coakley, presiden Konferensi Waligereja AS, menyatakan dirinya kecewa dengan komentar presiden.
"Paus Leo bukanlah saingannya; Paus juga bukan seorang politisi. Dia adalah Wakil Kristus yang berbicara berdasarkan kebenaran Injil," ujar Coakley.
Bahkan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang merupakan sekutu dekat Trump, menyebut serangan terhadap Paus sebagai tidak dapat diterima.
Para analis menilai bahwa bentrokan terbuka antara presiden AS dan Paus yang juga berkewarganegaraan Amerika ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan AS-Vatikan.