"Saya mengunggahnya, dan saya pikir itu adalah saya sebagai seorang dokter, dan itu ada hubungannya dengan Palang Merah. Itu seharusnya menggambarkan saya sebagai seorang dokter yang membuat orang menjadi lebih baik. Dan saya memang membuat orang menjadi lebih baik. Jauh lebih baik," klaim Trump.
Unggahan tersebut memicu kecaman luas, bahkan dari kalangan pendukung setia Trump. David Brody, komentator evangelis dari Christian Broadcasting Network, menyerukan agar gambar itu dihapus.
"TURUNKAN INI, TN. PRESIDEN. Anda bukan Tuhan. Tidak satu pun dari kita yang Tuhan. Ini keterlaluan. Ini melewati batas," tulisnya.
Gambar tersebut telah dihapus dari akun Truth Social Trump pada Senin siang, meskipun presiden tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan penghapusan.
Sementara itu, dalam perjalanan menuju Aljazair untuk kunjungan apostolik selama 11 hari, Paus Leo XIV memberikan tanggapan yang tenang namun tegas. Paus menyatakan bahwa ia tidak takut kepada pemerintahan Trump dan akan terus menyuarakan pesan perdamaian.
"Saya tidak takut kepada pemerintahan Trump atau berbicara lantang tentang pesan Injil, yang merupakan misi Gereja," kata Paus kepada wartawan di dalam pesawat kepausan.
"Saya tidak ingin berdebat dengan (Trump). Terlalu banyak orang yang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak berdosa yang terbunuh. Dan saya pikir seseorang harus berdiri dan berkata: ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini," tambahnya.