SUMBAR, CARAPANDANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan kesiapan Sumbar untuk mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi rombongan Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Anggota DEN, Satya Widya Yudha, di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor energi, termasuk implementasi dan revisi Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Sumbar.
Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki potensi energi terbarukan yang besar dan tersebar di berbagai wilayah, namun pemanfaatannya masih perlu terus dioptimalkan. Potensi tersebut antara lain panas bumi, tenaga air, tenaga surya, panas permukaan laut, hingga energi gelombang laut.
“Sumatera Barat memiliki potensi energi yang sangat besar. Ini harus kita optimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, panas bumi menjadi salah satu potensi unggulan Sumbar dengan kapasitas yang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 megawatt. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan dukungan infrastruktur energi, kepastian kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha.