Mahyeldi juga menyebut kawasan strategis seperti Teluk Tapang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan konektivitas energi. Karena itu, Pemprov Sumbar terus membuka ruang sinergi dengan pemerintah pusat agar potensi energi yang dimiliki daerah dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita ingin pembangunan energi di Sumatera Barat tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Pemprov Sumbar juga telah merancang konsep “Green Province” sebagai arah pembangunan daerah yang mengedepankan pemanfaatan energi ramah lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Konsep tersebut, kata Mahyeldi, telah dipresentasikan kepada Bappenas dan DEN sebagai bagian dari upaya menyelaraskan arah pembangunan Sumbar dengan kebijakan pembangunan nasional. Pengembangan energi terbarukan diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan sektor strategis lainnya, terutama ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.
“Penguatan energi harus berjalan seiring dengan ketahanan pangan dan sektor strategis lainnya. Ini bagian dari kontribusi Sumbar dalam memperkuat ketahanan nasional,” katanya.