Beranda Kolom Kemerdekaan Indonesia Dalam Parameter Filosofis Mohammad Natsir

Kemerdekaan Indonesia Dalam Parameter Filosofis Mohammad Natsir

Perjuangan M. Natsir bagi kemerdekaan dan keutuhan Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa peran strategis.

0
Istimewa

Melihat kondisi sekarang, secara wilayah dan integrasi nasional, kedaulatan Indonesia diakui penuh di mata dunia. Kondisi ini sesuai dengan cita-cita M Natsir dan Mosi Integral 1950 yang diperjuangkannya. Beliau berhasil melebur Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dari sisi eksistensi struktur negara, Indonesia sudah memenuhi syarat merdeka yang beliau perjuangkan.

2. Upaya Menghapus Eksploitasi Belum Sepenuhnya Tuntas

 Menyimak kondisi saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan ekonomi, dominasi oligarki, serta ketergantungan finansial dan teknologi pada korporasi global atau negara-negara adidaya. 

Natsir menegaskan bahwa esensi merdeka adalah hilangnya hak manusia untuk mengeksploitasi manusia lain. Ketika kekayaan alam belum sepenuhnya dikelola demi kemakmuran rakyat secara merata, dan sistem kapitalisme global masih mendikte kebijakan nasional, maka dari perspektif "anti-eksploitasi" Natsir, Indonesia masih terjebak dalam bentuk neo-kolonialisme.

3. Konsistensi Dalam Menjaga Semangat Perjuangan

Bila menilik kondisi saat ini, sebagian elemen bangsa kerap terjebak dalam euforia seremonial tahunan, sementara moralitas politik, isu korupsi, dan penegakan hukum masih menjadi masalah sistemik di tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait