Melalui artikel klasiknya yang dikutip pada laman aktivis Islam, Adian Husaini, Natsir mengingatkan agar kita "jangan berhenti tangan mendayung, nanti arus membawa hanyut". Beliau mengkritik fenomena masyarakat pasca-kemerdekaan yang cenderung menuntut hak dan menghitung-hitung pengorbanan. Realitas saat ini menunjukkan Indonesia sedang berada di tengah arus deras globalisasi. Jika penegakan moral dan etika publik melemah, bangsa ini berisiko tenggelam kembali dalam penjajahan gaya baru.
4. Jembatan Menuju Keadilan Sosial Masih Belum Tuntas
Kondisi saat ini, angka kemiskinan berhasil ditekan dari tahun ke tahun, akses pendidikan meluas, namun kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pelosok (seperti daerah 3T) masih sangat nyata. M Natsir menekankan, kemerdekaan harus diisi agar "amanat penderitaan rakyat" segera dituntaskan. Selama keadilan sosial dan kesejahteraan belum merata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, maka tugas "mengisi kemerdekaan" itu belum bisa dikatakan selesai.