"Setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu," ujar Husain saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Minggu (12/4/2026) malam, dikutip dari CNN Indonesia.
Husain menjelaskan pernyataan JK disampaikan saat berpidato di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3/2026) untuk menjelaskan kiprahnya dalam mendamaikan konflik Poso dan Ambon.
"JK menggambarkan usahanya mendamaikan konflik Poso dan Ambon kepada civitas academica UGM. Di mana JK terlebih dahulu meluruskan keyakinan kedua kelompok yang bertikai, Islam dan Kristen, bahwa mereka telah bertindak keliru menggunakan jargon agama sebagai alasan pembenar yang menyebabkan ribuan nyawa melayang dari kedua pihak, dan konflik susah dihentikan," jelas Husain, dikutip dari CNN Indonesia.
Husain menambahkan bahwa pernyataan JK justru menegaskan tidak ada satu pun agama yang membolehkan umatnya untuk saling membunuh.
"Pandangan keliru kedua pihak inilah yang terlebih dahulu diluruskan Pak JK bahwa tidak ada satu pun agama yang membolehkan untuk saling membunuh. Ini disampaikan kepada para panglima perangnya saat itu," tuturnya, dikutip dari CNN Indonesia.