Beranda Politik Willy Aditya Tolak Istilah Merger NasDem-Gerindra

Willy Aditya Tolak Istilah Merger NasDem-Gerindra

Willy mengatakan bahwa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sejatinya menawarkan konsep political bloc (blok politik), alih-alih merger ataupun fusi dengan partai politik (parpol) lainnya.

0
Istimewa

CARAPANDANG - Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya merespons isu bahwa Partai NasDem akan melakukan merger atau penggabungan dengan Partai Gerindra.

Willy mengatakan bahwa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sejatinya menawarkan konsep political bloc (blok politik), alih-alih merger ataupun fusi dengan partai politik (parpol) lainnya.

"Apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political bloc. Blok politik, bukan merger," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Dia menjelaskan bahwa political bloc merupakan bagian dari rekayasa politik (political engineering) sebagai upaya mengadang kecenderungan hubungan partai politik dewasa ini yang transaksional.

"Kan selama ini transaksional banget, ya. Nah, kita membutuhkan sebuah political bloc yang solid dari atas sampai ke bawah, begitu. Pemahamannya jangan merger, dong," katanya.

Selanjutnya dia pun menyayangkan ada pihak memakai narasi merger. Menurutnya istilah tersebut tidak tepat dipadukan dalam konteks politik.

Dia pun mengakui lanskap politik Indonesia pernah diwarnai fusi atau peleburan kepartaian, tetapi hal itu dilakukan atas dasar keputusan negara.

"Kita pernah punya tradisi fusi kepartaian, tapi itu di-drive (didorong) dari atas oleh kekuasaan. Penggabungan partai hanya dua: partai-partai Islam menjadi PPP, partai-partai nasionalis menjadi PDI," ucap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait