“Payakumbuh dan Lima Puluh Kota adalah saudara yang terpisah oleh administrasi, tetapi tidak pernah terpisah oleh hati. Kita berasal dari akar yang sama, dari Luhak Limo Puluah yang satu. Kota Payakumbuh selalu siap bahu-membahu untuk bersama memajukan daerah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Safni menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini lahir dari pengalaman nyata masyarakat dalam menghadapi bencana 2025, yang justru memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas.
Menurutnya, “Pulih Lebih Cepat” mencerminkan upaya percepatan pemulihan ekonomi, layanan publik, dan kehidupan sosial masyarakat. Sedangkan “Bangkit Lebih Kuat” menjadi tekad untuk membangun fondasi daerah melalui persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan nilai agama dan budaya, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Safni menambahkan, arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam RPJMD 2026–2029 dengan visi “Lima Puluh Kota Bermartabat, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”.
“Kita tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh menjadi lebih kuat dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.
Rapat paripurna ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing. (MC)