Beranda Umum Puluhan Dapur MBG Disuspensi, Standar Mutu Dominasi Penyebab Pelanggaran

Puluhan Dapur MBG Disuspensi, Standar Mutu Dominasi Penyebab Pelanggaran

Dalam hasil evaluasi nasional yang dilakukan BGN, sebanyak 47 dapur MBG dihentikan sementara operasionalnya.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah karena tidak memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan kelayakan konsumsi.

Mengutip laporan Suara Merdeka, Dalam hasil evaluasi nasional yang dilakukan BGN, sebanyak 47 dapur MBG dihentikan sementara operasionalnya. Temuan ini menjadi bagian dari pengawasan ketat yang dilakukan pemerintah terhadap program prioritas nasional tersebut.

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengelola dapur MBG perlu meningkatkan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat, yang meliputi siswa sekolah hingga ibu menyusui.

Ia bahkan menantang para pengelola dapur untuk menghadirkan inovasi menu yang lebih baik dengan tetap mempertahankan biaya bahan baku sekitar Rp10 ribu per porsi.

"Saya berharap suatu hari muncul inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional. Sehingga akan keluar khas MBG yang kualitasnya sekelas bintang lima, tetapi harganya tetap harga program MBG dengan bahan baku Rp10 ribu," ujar Dadan dalam keterangan resmi yang dikutip Suara Merdeka, Rabu (25/3/2026).

Selain kualitas gizi dan rasa, BGN juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan makanan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan. Pada masa tersebut, makanan tidak hanya harus bergizi dan segar, tetapi juga memiliki daya tahan lebih lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait