Beranda Ekonomi Peso Filipina Kian Terpuruk, Berpotensi Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Peso Filipina Kian Terpuruk, Berpotensi Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi, kurs dolar AS tercatat di level 60,47—60,48 peso, masih berkutat di sekitar titik terendah dalam sejarah.

0
Ilustrasi - Peso Filipina terpuruk

Kondisi diperparah dengan pertumbuhan ekonomi Filipina yang hanya tumbuh 2,8 persen pada kuartal I-2026, melambat dibanding kuartal sebelumnya 3 persen dan menjadi yang terlemah dalam lima tahun terakhir. Angka ini jauh di bawah target pemerintah sebesar 5-6 persen untuk tahun ini.

MUFG menyebut Filipina memiliki titik awal pertumbuhan yang lemah sebelum perang Iran dimulai, sehingga lebih sulit bertahan terhadap guncangan eksternal dibanding negara tetangga.

"Posisi fiskal dan eksternal yang rapuh membuat peso terus tertekan," tulis analis MUFG dalam laporannya.

Menghadapi tekanan tersebut, Bank Sentral Filipina telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen pada pertemuan April lalu.

Namun pasar memperkirakan BSP akan kembali menaikkan suku bunga hingga 75-100 basis poin lagi ke level 5,25-5,5 persen dalam waktu dekat untuk menstabilkan peso dan mengendalikan inflasi.

Istana Kepresidenan Malacañang meyakinkan publik bahwa BSP memiliki amunisi yang cukup dalam bentuk cadangan devisa untuk mencegah volatilitas berlebihan.

"BSP memiliki mandat kelembagaan untuk menstabilkan peso dan mencegah volatilitas berlebihan. Amunisinya cukup," ujar Juru Bicara Kepresidenan Claire Castro dalam jumpa pers pekan lalu.

Bank sentral juga dinilai akan terus melakukan intervensi di pasar valas serta menggunakan instrumen makroprudensial untuk mengelola pergerakan mata uang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait