Beranda Ekonomi Peso Filipina Kian Terpuruk, Berpotensi Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Peso Filipina Kian Terpuruk, Berpotensi Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi, kurs dolar AS tercatat di level 60,47—60,48 peso, masih berkutat di sekitar titik terendah dalam sejarah.

0
Ilustrasi - Peso Filipina terpuruk

CARAPANDANG - Nilai tukar peso Filipina terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan inflasi domestik. Pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi, kurs dolar AS tercatat di level 60,47—60,48 peso, masih berkutat di sekitar titik terendah dalam sejarah.

Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) memperingatkan bahwa mata uang negeri jimbaran itu berpotensi terus melemah hingga menyentuh level psikologis 62 peso per dolar AS pada kuartal kedua tahun ini.

Analis MUFG menyatakan peso Filipina menjadi salah satu mata uang paling rentan di Asia karena ketergantungan tinggi pada impor minyak dari Timur Tengah yang mencapai 95 persen serta kondisi fundamental ekonomi domestik yang lemah.

Pelemahan peso terjadi bersamaan dengan melonjaknya inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 7,2 persen secara tahunan, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga energi global imbas konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang memasuki bulan kedua, serta efek rambatan ke harga pangan.

Core inflation atau inflasi inti juga naik menjadi 3,9 persen, mengindikasikan tekanan harga tidak lagi bersifat sementara tetapi mulai menyebar ke berbagai sektor.

Bank Sentral Filipina (BSP) sebelumnya memproyeksikan inflasi rata-rata tahun ini sebesar 6,3 persen, jauh di atas target 2-4 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait