CARAPANDANG.COM- Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang menemui jalan buntu.
“Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu,” ucapnya, Senin.
Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS.
Mengutip Sputnik, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena hal tersebut "berarti menerima tuntutan yang berlebihan" dari Washington.
Kantor berita Iran ISNA sebelumnya melaporkan bahwa respons Iran terhadap usulan dari AS difokuskan untuk mengakhiri perang serta memastikan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menuturkan tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima.
Menurut Press TV, tanggapan dari Iran menekankan perlunya AS membayar kerugian perang kepada Teheran.
Pada awal Mei, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengonfirmasi Teheran telah menerima tanggapan AS terhadap usulan perdamaian 14 poin dari Iran, melalui perantara Pakistan.