Beranda Internasional Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal, Teheran: Tuntutan AS Tidak Masuk Akal

Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal, Teheran: Tuntutan AS Tidak Masuk Akal

Iran menyatakan kegagalan ini disebabkan oleh tuntutan berlebihan dari pihak AS yang dinilai tidak masuk akal.

0
Seorang pejabat Pakistan berdiri saat menyambut kedatangan JD Vance untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran di , Sabtu (11/4/2026). (Jacquelyn Martin/POOL/AFP/Kumparan)

CARAPANDANG - Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026). Iran menyatakan kegagalan ini disebabkan oleh tuntutan berlebihan dari pihak AS yang dinilai tidak masuk akal.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa meskipun kedua pihak telah mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, terdapat dua atau tiga poin penting yang masih berbeda pandangan. Negosiasi disebut berlangsung dalam suasana ketidakpercayaan setelah konflik selama 40 hari antara Iran melawan AS dan Israel.

"Wajar jika sejak awal kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu pertemuan," ujar Baqaei dikutip dari kantor berita Tasnim.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Washington menyatakan pihaknya telah mengajukan "tawaran terbaik dan final" serta bertindak dengan itikad baik. Namun, usulan tersebut belum diterima oleh pihak Iran.

"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," kata Vance dalam pernyataan pers di Islamabad.

Kebuntuan perundingan dipicu oleh perbedaan mendasar terkait dua isu strategis. Pertama, AS menuntut komitmen jangka panjang dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, yang menurut Vance masih belum dipenuhi Teheran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait