Menurut dia, gaya komunikasi yang luwes dari Seskab Teddy tersebut dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando formal.
Dia menilai langkah Teddy itu justru lebih natural berlandaskan ikatan emosional persahabatan, dibandingkan dengan manuver para elite politik sipil yang sering kali berbiaya mahal.
"Politisi kita lagi-lagi harusnya belajar dari cara Teddy merawat jaringan, sangat elegan dan tidak murahan. Dia enggak maksa orang tunduk pakai instrumen kekuasaan," ucapnya.