"Jika mereka membuat kesalahan kali ini, kami akan menimbulkan kerugian besar pada mereka. Pasukan bersenjata kami bertekad untuk melawan kekuatan pembully ini sampai akhir," tegas Mousavi.
Direktur IAEA Rafael Grossi juga dilaporkan berada di Jenewa selama perundingan berlangsung untuk mengadakan diskusi dengan kedua belah pihak, seperti yang dilakukannya pekan lalu.
Sementara itu, Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan pihaknya menantikan hasil perundingan.
"Terkait Iran, kami ingin melihat deeskalasi. Dan kami, saya pikir seperti semua orang, menantikan perundingan yang dijadwalkan akan diadakan di Jenewa," kata Dujarric kepada wartawan.
Perundingan putaran ketiga ini merupakan lanjutan dari dua putaran sebelumnya yang berlangsung di Muscat pada 6 Februari dan di Jenewa pada 17 Februari.
Analis memperingatkan bahwa putaran ini mungkin menjadi titik kritis, dengan potensi eskalasi militer jika diplomasi gagal.
Hingga berita ini diturunkan, perundingan masih berlangsung dan belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak mengenai hasil yang dicapai.