Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam unggahan di media sosial X pada Selasa (25/2) menyatakan Iran mendekati perundingan dengan tekad mencapai kesepakatan yang adil dan setara.
"Kesepakatan sudah dalam jangkauan, tetapi hanya jika diplomasi diprioritaskan," tulis Araghchi.
Namun sikap lebih keras ditunjukkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, yang menuduh pemerintahan Trump melancarkan kampanye disinformasi dan misinformasi terhadap Iran dan menyebut pernyataan Trump sebagai pengulangan kebohongan besar.
Iran disebut-sebut akan menawarkan sejumlah konsesi dalam perundingan ini. Empat pejabat Iran yang tidak berwenang berbicara secara publik mengatakan Iran akan menawarkan penghentian aktivitas nuklir dan pengayaan uranium selama tiga hingga lima tahun.
Setelah itu, Iran akan bergabung dengan konsorsium nuklir regional sambil mempertahankan pengayaan tingkat sangat rendah, 1,5 persen, untuk penelitian medis.
Iran juga akan menawarkan untuk mengencerkan 400 kilogram uranium yang telah diperkaya tinggi secara bertahap, serta mengizinkan akses bagi inspektur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk mengawasi semua langkah dan memantau kepatuhan.