“Capaian ini patut disyukuri karena menunjukkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki kualitas kinerja pemerintahan. Namun, berbagai rekomendasi hasil evaluasi tetap harus ditindaklanjuti agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” ujar Rida.
Menurutnya, peningkatan nilai tersebut terjadi pada seluruh komponen penilaian, mulai dari perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja hingga evaluasi internal.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian, terutama terkait penjenjangan atau cascading kinerja agar sasaran strategis daerah benar-benar selaras dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap perangkat daerah.
“Penyelarasan ini sangat penting agar setiap program yang dibiayai APBD memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian target pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dalam menghadapi evaluasi berbasis AI, Payakumbuh dinilai memiliki modal yang kuat. Berdasarkan hasil survei Pusat Studi Tata Kelola dan Reformasi Administrasi Universitas Indonesia (UI-CSGAR), Kota Payakumbuh menempati peringkat kedua terbaik di Sumatera Barat dalam aspek kesiapan dokumen dan dukungan teknis.
Capaian tersebut membuka peluang bagi Payakumbuh untuk menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan evaluasi SAKIP berbasis kecerdasan buatan.