Ketegangan di jalur vital energi dunia, Selat Hormuz, masih tinggi. Lalu lintas kapal tanker minyak dilaporkan melambat signifikan, seiring ancaman Iran terhadap kapal yang melintas dan respons AS yang memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menegaskan bahwa keberlanjutan gencatan senjata sangat bergantung pada pembukaan penuh Selat Hormuz. Ia juga sempat mengeluhkan minimnya aktivitas di jalur tersebut sebelum akhirnya mengumumkan kebijakan blokade.
Dari pihak Iran, kantor berita pemerintah Fars melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan seluruh ekspor petrokimia hingga waktu yang belum ditentukan.
Putaran pertama negosiasi yang berlangsung akhir pekan lalu, yang berjalan maraton selama 21 jam, berakhir tanpa kesepakatan. Pembicaraan tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner.
Leavitt juga membantah kabar bahwa AS telah meminta perpanjangan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir Selasa depan.
Seorang pejabat senior AS turut menegaskan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan resmi terkait perpanjangan tersebut.
"Amerika Serikat belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Namun, keterlibatan antara AS dan Iran masih terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan," ujarnya. dilansir cnbcindonesia.com