Siti Hajar selalu berusaha dan berdoa di tanah Mekkah yang tandus. Kesabaran dan tawakkal Siti Hajar dalam menghadapi cobaan perlu kita teladani bahwa dengan ketidakputusasaan dan tetap bertahan dengan keyakinan akan memberi jalan keluar dari suatu masalah.
2. Iman Kepada Allah
Kisah Siti Hajar membawa hikmah bahwa sebagai umat sudah seharusnya mengimani Allah. Siti Hajar percaya bahwa Allah memiliki rencana baik dan memberi solusi terbaik. Tentunya dengan keteguhan hati dan tidak boleh tergoyahkan oleh situasi atau kondisi apapun dalam menjalanlkan ibadah dan berdoa meskipun berada dalam keadaan yang sulit.
3. Bentuk Ikhtiar yang tidak terhenti
Kisah Siti Hajar dalam perjalanan dari Shafa ke Marwah untuk mencari air bolak balik selama tujuh kali merupakan bentuk ikhtiar mendapatkan air. Hal ini juga mengajarkan bahwa hidup, keberkahan seringkali datang setelah seseorang bertahan sedikit lebih lama dari rasa lelahnya.
Perjalanan dari Siti Hajar saat ini dijadikan dalam rangkaian ibadah umroh yaitu Sa’i. Disini kita belajar agar tidak mudah putus asa.
Kisah siti Hajar adalah kisah tentang seorang ibu yang rela ditinggal di padang tandus, berlari hingga kehabisan tenaga, tetapi tidak pernah berhenti percaya bahwa Allah SWT dalam menjaga dia dan anaknya. Pengorbanannya tidak hanya menyelamatkan Ismail, tetapi juga menghidupkan kota Mekkah, melahirkan mata air yang tak pernah kering, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rukun haji dan umroh.