Saat bekal habis dan air susu tidak lagi mengalir, Ismail kecil menangis kehausan. Siti Hajar tidak tinggal diam. Ia berlari naik ke Bukit Shafa, menajamkan pandangan mencari tanda kehidupan, lalu turun dan naik ke Bukit Marwah, tetap tanpa menemukan apa pun. Ia mengulanginya hingga tujuh kali, berlari bolak-balik dengan cemas, tetapi hati tetap menggantungkan harapannya kepada Allah SWT.
Perjalanan dari Siti Hajar yang melakukan perjalanan dari Shafa hingga Marwah bolak balik ini saat ini disebut dengan sa’i. Sa’i merupakan salah satu dalam rangkaian ibadah umroh dan haji.
Dalam pelaksanaannya jamaah berlari – lari kecil antara shafa dan marwah. Gerakan sa’i yang dilakukan jutaan jamaah haji dan umrah setiap tahun adalah pengulangan atas langkah-langkah dari perjalanan kisah Siti Hajar. Allah mengabadikan momen itu dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari syiar agama, menandakan bahwa perjuangan seorang ibu yang berlari demi keselamatan anaknya layak dijadikan ibadah sepanjang zaman.
Munculnya Zamzam Jawaban Atas Pengorbanan Siti Hajar
Puncak Kisah siti Hajar terjadi ketika perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah saat ia mencari air. Di tengah kelelahannya dan atas izin Allah dari dekat tempat Ismail menghentakkan tumitnya memancarkan air yang jernih.