Beranda Internasional Iran dan AS Berperang di Dunia Digital: Meme dan "AI Slop" Jadi Senjata Propaganda

Iran dan AS Berperang di Dunia Digital: Meme dan "AI Slop" Jadi Senjata Propaganda

Para ahli menyebut fenomena ini sebagai perang informasi generasi terbaru, di mana kedua negara saling meluncurkan konten digital yang sengaja dibuat bombastis, viral, dan sarat muatan politik untuk mempengaruhi opini publik, terutama di negara lawan.

0
AI Slop Iran vs Amerika (BBC)

Perang digital ini bahkan melibatkan pejabat tinggi. Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, secara rutin memposting meme dalam bahasa Inggris untuk mengejek Trump. Dalam satu unggahan, ia menyindir kebijakan perang AS yang kerap berubah dengan sindiran "Mereka sedang bermain catur 6D lagi!" .

Balasan pun datang dari juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, yang merekam video dirinya menggunakan kalimat khas Trump dari acara "The Apprentice": "You are fired!" (Kamu dipecat) untuk mengejek kebijakan luar negeri AS.

Para analis memperingatkan bahwa banjir informasi yang tidak jelas antara fakta dan fiksi ini menciptakan "kekosongan informasi" yang berbahaya. Dengan matinya internet di Iran dan sensor perang di Israel, publik global kesulitan membedakan kebenaran di lapangan.

"Alih-alih mengejar akurasi, propaganda ini bertujuan menciptakan asosiasi emosional," tulis analis dalam jurnal Filisofiska Notiser seperti dikutip Asia Times.

"Tujuannya adalah menghubungkan Trump dengan setan, atau menggambarkan AS sebagai kejahatan," sambung tulisan tersebut.

Akibatnya, terjadi penurunan kepercayaan publik terhadap institusi dan media kredibel. Sebuah jajak pendapat AP-NORC menunjukkan 59 persen warga AS merasa operasi militer di Iran "sudah terlalu jauh" . Perang narasi ini dinilai justru memperbesar risiko kesalahpahaman yang dapat memicu eskalasi konflik yang lebih besar di dunia nyata .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait