Dia menjelaskan berkaca dari beberapa negara, Pemilu dengan e-voting terdapat dinamika politik yang membuat hasil e-voting dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga menimbulkan persoalan kepercayaan publik.
"Tapi sebagian partai politiknya kreatif-kreatif. Sehingga e-voting-nya dalam waktu beberapa jam hasilnya bisa berubah. Ini yang perlu kita pelajari dengan benar," kata Dasco.
Selain aspek teknis, dia menegaskan faktor keamanan teknologi menjadi perhatian utama. Menurutnya, sistem pengamanan e-voting harus benar-benar dikaji agar tidak menimbulkan masalah baru dalam proses demokrasi.
"Semua nanti akan dikaji,"ujarnya.
Sebelumnya, usulan e-voting merupakan rekomendasi eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP 2026 di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara.
Dasco: Pilkada Lewat E-Voting Punya Tantangan Tersendiri
Usulan e-voting merupakan rekomendasi eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP 2026.