CARAPANDANG – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan bahwa pemberantasan mafia minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia tidak akan pernah tuntas tanpa komitmen politik yang penuh dan konsisten dari pimpinan tertinggi negara.
Hal tersebut dia sampaikan usai memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagun) sebagai saksi untuk kali kedua, Senin 19 Januari 2026.
Dia menuturkan kehadirannya di Kejagung merupakan bagian dari tanggung jawab kepada negara untuk membantu penegak hukum mengungkap persoalan lama di sektor migas. Kepada penyidik, ia menyampaikan apa yang ia lihat, alami, dan upayakan selama menjalankan tugas-tugas negara yang tidak ringan dan sarat risiko itu.
Dia menjelaskan bahwa dirinya mendapat dua kali amanat untuk membereskan sektor energi yakni sebagai Senior Vice President Kepala Integrated Supply Chain Pertamina dan sebagai Menteri ESDM pada 2014-2016. Namun, sangat disayangkan dengan amanat tersebut dirinya belum mampu membereskan persoalan energi.
Menurutnya, belum tuntasnya persoalan tersebut bukan karena kekurangan perangkat teknis atau ketiadaan orang-orang yang bekerja sungguh-sungguh, tapi karena political will setengah hati.