Dia mengatakan tren serupa juga terlihat di kalangan teman-teman kuliahnya. Menurutnya, banyak mahasiswa kini memilih americano dengan biji kopi berkarakter buah dibandingkan kopi dengan profil rasa yang lebih pahit. "Teman-teman saya juga banyak yang pesan americano pakai biji kopi yang fruity. Mungkin karena rasanya lebih ringan, jadi lebih gampang diminum meski tanpa gula atau susu. Bisa diminum terus-terusan tanpa terasa terlalu pahit. Aromanya juga lebih menarik daripada kopi yang cuma ada rasa pahit," jelas pemuda itu.
Seorang barista turut melihat perubahan preferensi tersebut secara langsung. Alfa (27), barista di salah satu gerai Cotti Coffee yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengatakan bahwa sebelum bekerja di Cotti Coffee, dia telah bekerja di gerai kopi lainnya di mana konsumen umumnya memilih kopi dengan cita rasa pahit yang orisinal. Namun, di Cotti Coffee yang menawarkan dua pilihan karakter biji kopi, yakni Gold Roast (cita rasa pahit) dan Platinum Specialty (bernuansa bunga dan buah), dia melihat preferensi konsumen menjadi lebih beragam.