Aktivitas seismik tersebut juga tidak akan merambat di sepanjang "Cincin Api" Pasifik menuju Asia sebagai reaksi berantai, imbuhnya, seraya menyebut bahwa jarak di mana perubahan tekanan akibat gempa bermagnitudo 7,5 dapat secara signifikan memicu peristiwa lain jauh lebih dekat dibandingkan jarak menyeberangi Samudra Pasifik.
Para ilmuwan juga memperingatkan agar tidak mencoba memprediksi negara mana yang mungkin akan diguncang gempa berikutnya.
"Hal-hal seperti ini tidak dapat diprediksi," ujar De Santis, seraya menekankan bahwa pencegahan bencana jauh lebih penting daripada upaya memperkirakan kapan dan di mana tepatnya gempa berikutnya akan terjadi.
PENCEGAHAN LEBIH PENTING DARIPADA PREDIKSI
Apakah gempa bumi dahsyat akan berkembang menjadi bencana besar bergantung pada lebih dari sekadar besaran magnitudonya saja.
Kedalaman gempa bumi, geologi setempat, cara perambatan gelombang seismik, kepadatan penduduk dan, yang paling penting, kualitas bangunan, semuanya dapat menentukan besarnya jumlah korban dan tingkat kerusakan.
Faktor-faktor ini menjelaskan mengapa gempa bumi dengan magnitudo yang serupa dapat menimbulkan dampak yang sangat berbeda antarnegara, antarkota, atau bahkan antarwilayah di kota yang sama, kata De Santis.