Beranda Umum Mengunjungi Warung Roekoen, Warisan Tionghoa di Rumah Berusia Lebih dari Seabad

Mengunjungi Warung Roekoen, Warisan Tionghoa di Rumah Berusia Lebih dari Seabad

0
Mengunjungi Warung Roekoen, Warisan Tionghoa di Rumah Berusia Lebih dari Seabad

   Dia memilih menghadirkan makanan yang sederhana dan familiar, seperti masakan yang dahulu biasa disantap di rumah. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan suasana akrab yang ingin dibangun di Warung Roekoen.

   "Kalau makanan, saya memang maunya makanan rumahan. Ini makanan yang dulu saya makan waktu kecil. Bukan makanan yang sifatnya mewah, tetapi makanan yang sudah biasa kita makan di rumah," tutur Dade. 

   "Saya ingin orang yang datang ke sini merasa seperti makan di rumah sendiri. Makanannya sederhana, tetapi justru itu yang enak. Yang paling penting bisa bikin orang merasa nyaman dan kembali lagi," lanjutnya.

   Pilihan menu yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari nasi uduk, nasi ulam, lontong, mi keriting bakso pangsit lada hitam, nasi goreng kampung dadar, dimsum, es kopi gula aren, aneka jus, es teh susu, hingga es bunga telang jeruk soda. Ada pula pempek, tempe mendoan, donat, dan roti bakar sebagai pilihan lainnya. Menariknya, seluruh makanan dan minuman dijual dengan harga yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp30.000 per menu.

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2026 ini memperlihatkan tembok yang dipenuhi berbagai koleksi barang antik dan dekorasi bergaya Tionghoa yang merupakan koleksi pribadi Dade, pemilik Warung Roekoen di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

   KETIKA WARUNG MENJADI RUANG MENGABADIKAN MOMEN

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait