Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru mengaji, pengurus mushalla, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berperan aktif dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan para santri dalam menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat.
“Keberhasilan anak-anak ini adalah hasil kerja bersama. Peran orang tua, guru mengaji, serta lingkungan yang mendukung menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an,” ungkap Hendri Yazid.
Kegiatan Khatam Al-Qur’an tidak hanya menjadi simbol keberhasilan santri dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta terus memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan sosial, menghormati nilai-nilai budaya, serta memiliki landasan moral yang kuat dalam menjalani kehidupan.