Ia menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini, pembinaan keagamaan dinilai menjadi benteng penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurut Elzadaswarman, keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua diharapkan terus meningkatkan perhatian dan pendampingan terhadap perkembangan anak, baik dalam pendidikan formal maupun pendidikan agama.
“Perkembangan zaman saat ini sangat cepat dan dinamis. Kondisi ini menuntut kita semua sebagai orang tua untuk lebih adaptif dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pendidikan agama dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penguatan nilai spiritual dan adat istiadat harus berjalan beriringan sebagai bekal penting bagi generasi muda.
“Kita dituntut memberikan pemahaman yang lebih mendalam, baik secara spiritual keagamaan maupun adat istiadat. Mari kita jaga anak-anak kita dengan memegang teguh filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato, Adat Mamakai,” ucapnya.