CARAPANDANG - Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai pidato mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang dipersoalkan sejumlah pihak tidak bermuatan penyinggungan terhadap agama tertentu.
“Sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung,” ujarnya lewat akun X, Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya apa yang disampaikan oleh JK adalah penjelasan historis soal konflik berlatar belakang agama di Indonesia.
Dirinya mengaku telah menonton secara utuh pidato JK dan menempatkannya dalam konteks sebagai tokoh yang terlibat langsung dalam proses perdamaian konflik Poso dan Ambon.
Menurutnya, dalam pidato tersebut JK berbicara dari perspektif pelaku sejarah yang menyaksikan langsung bagaimana sentimen agama membuat konflik menjadi berkepanjangan dan memakan korban jiwa.
Ia menjelaskan, kedua pihak yang bertikai saat itu sama-sama meyakini sedang berjuang di jalan suci, sehingga rela mempertaruhkan nyawa.
“Kalau di Islam ada ‘mati syahid’, kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut ‘mati sebagai martir’. Itu yang mungkin dilihat pak JK di benak kedua kelompok saat itu,” jelasnya.
Politisi Partai Demokrat ini menilai gaya komunikasi JK lebih bersifat historis, bukan ceramah akademik tentang perbandingan ajaran agama.