“Tahap yang kita lalui sekarang akan menentukan apakah pada 2045 kita bisa mencapai tujuan strategis nasional kita untuk kemandirian teknologi. Penguatan kolaborasi adalah kata kunci yang paling penting yang harus sama-sama kita internalisasi dan bagaimana kita eksekusi,” tutur Wamen Nezar.
Untuk mempercepat pembangunan digital nasional, Indonesia perlu belajar dari negara yang berhasil membangun fondasi ekonomi digital melalui penguatan infrastruktur publik digital.
Salah satu contoh yang dinilai relevan adalah India yang membangun sistem identitas dan pembayaran digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional.
“Dengan India mungkin kita bisa belajar banyak bagaimana mereka mulai membangun ekosistem digital ini sepuluh tahun yang lalu, pada 2015. Apa yang mereka perkuat? Mereka memperkuat infrastruktur publik digitalnya,” ungkapnya.
Menurut Wamen Nezar, infrastruktur publik digital yang inklusif mampu mendorong layanan keuangan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital, dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital.
“Kita tahu India mencoba membangun satu sistem yang inklusif dengan membuat Unified Payment Interface atau UPI dan sistem Aadhaar. Dan itu bisa menjadi driver untuk financial services yang ada di India dan kemudian menjadi backbone untuk tumbuhnya ekosistem ekonomi digital yang ada di India,” jelas Wamen Nezar.