“Keberhasilan Posyandu tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemko Payakumbuh terus mendorong penguatan Posyandu melalui transformasi layanan terpadu sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu berbasis Standar Pelayanan Minimal atau Posyandu Enam SPM.
“Dengan pendekatan ini, Posyandu tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat layanan dasar masyarakat secara menyeluruh,” katanya.
Eni juga menyoroti data kasus tahun 2025 yang menunjukkan masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan ketahanan keluarga.
“Kita tidak boleh lengah. Pencegahan harus terus diperkuat,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Eni mengajak seluruh kader dan pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi dan inovasi serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Payakumbuh.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal penguatan sinergi. Dengan Posyandu yang hebat dan keluarga yang kuat, kita optimis Payakumbuh akan semakin sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (MC)