Ia menjelaskan, Tim Reaksi Cepat merupakan garda terdepan BPBD yang memiliki tugas melakukan kaji cepat terhadap lokasi bencana, melaksanakan penyelamatan dan evakuasi korban, mengoordinasikan penanganan di lapangan, serta menyampaikan rekomendasi awal sebagai dasar penetapan langkah tanggap darurat.
Menurutnya, keberadaan personel TRC yang memiliki kompetensi dan kesiapan tinggi menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana bagi masyarakat.
Zulmaeta juga mengapresiasi BPBD Kota Payakumbuh yang menghadirkan narasumber dari berbagai instansi. Menurutnya, keterlibatan para praktisi dan pemangku kepentingan akan memberikan pengalaman serta pengetahuan yang lebih luas kepada peserta sehingga mampu menghadapi berbagai skenario bencana secara profesional.
Ia pun mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi yang nantinya dapat diterapkan saat bertugas di lapangan.
"Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan seluruh materi ketika menghadapi kondisi sebenarnya," katanya.
Lebih lanjut, Zulmaeta menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.