Penguatan pariwisata berbasis alam dan olahraga ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah, sekaligus menegaskan posisi Kota Solok sebagai kota yang berdaya saing, adaptif, dan berkarakter.
Reformasi birokrasi menjadi salah satu fokus utama pada tahun pertama kepemimpinan ini. Sistem pelayanan publik dibenahi, struktur organisasi ditata lebih efisien, dan integritas aparatur diperkuat.
Semua diarahkan untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan benar-benar hadir melayani masyarakat.
Penghujung tahun 2025 menjadi ujian berat ketika bencana hidrometeorologi berupa angin kencang yang disusul banjir bandang melanda wilayah Kota Solok.
Dalam situasi darurat tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota turun langsung memimpin penanganan, mengoordinasikan perangkat daerah, serta bersinergi dengan TNI, Polri, dan para relawan.
Respons yang cepat, terukur, dan kolaboratif tersebut mencerminkan kepemimpinan yang hadir dan melayani. Respons cepat Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam memimpin penanganan bencana memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi ujian.
" Kepemimpinan yang sigap dan terkoordinasi ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya saat meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Kota Solok," Ujar wako.
Satu tahun kepemimpinan ini adalah fase konsolidasi dan peletakkan fondasi transformasi.