"Yang menjadi perhatian kami bukan hanya besarnya anggaran, tetapi sejauh mana anggaran tersebut mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Erlindawati menyebut pembahasan juga akan difokuskan pada program-program prioritas, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di samping itu, DPRD akan mencermati target indikator makro yang ditetapkan pemerintah daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga rasio gini, agar target tersebut realistis dan dapat dicapai.
"Setiap target pembangunan harus disusun berdasarkan kondisi riil daerah dan kemampuan fiskal yang dimiliki, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal," katanya.
Ia menambahkan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi faktor yang sangat penting dalam menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas.
Karena itu, seluruh tahapan pembahasan akan dilakukan secara objektif, transparan, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Kami berharap proses pembahasan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat menghasilkan kesepakatan yang menjadi landasan bagi penyusunan APBD yang efektif, akuntabel, dan mampu mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh," pungkasnya. (*)