"Saya harus terlibat dalam penunjukan itu, seperti halnya dengan Delcy," kata Trump . Namun, pengamat menilai perbandingan ini kontradiktif dengan seruan awal Trump tentang kebebasan bagi rakyat Iran.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan putra shah Iran terakhir yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, menjadi pemimpin Iran, Trump mengatakan bahwa semua opsi masih terbuka. "Semua orang masuk dalam pertimbangan. Ini masih sangat awal," ujarnya.
Pernyataan Trump menuai sorotan karena dinilai mengabaikan mekanisme konstitusional Iran. Dalam sistem Republik Islam Iran, pemimpin tertinggi dipilih oleh Majelis Ahli, sebuah dewan yang beranggotakan 88 tokoh ulama senior Syiah, di mana banyak di antaranya dikenal sangat menentang Amerika Serikat.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, sebelumnya mengumumkan bahwa Iran telah membentuk dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan tiga orang untuk mengurus urusan nasional hingga pemimpin tertinggi baru terpilih.
Media pemerintah Iran, IRIB TV, melaporkan bahwa sejumlah kandidat telah diidentifikasi dan pemilihan diperkirakan akan segera berlangsung.
Di tengah perlawanan sengit Iran yang juga menutup negosiasi dengan AS, belum jelas bagaimana Trump dapat mewujudkan keterlibatan yang diinginkannya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam serangan AS-Israel ke Iran sebagai agresi biadab tanpa provokasi.