Ia mengungkapkan, kanker saat ini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2022, tercatat lebih dari 408 ribu kasus baru dan sekitar 242 ribu kematian akibat kanker. Jenis kanker dengan angka kematian tertinggi antara lain kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati.
Menurut Mahyeldi, tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan memerlukan dukungan organisasi masyarakat seperti YKI.
“Saudara yang dilantik hari ini adalah garda terdepan dalam memastikan setiap langkah kita berkontribusi nyata pada perjuangan melawan kanker. Mari kita perkuat kerja sama ini. Pemprov Sumbar berkomitmen mendukung program-program yang sejalan dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang, dr. Dovy Djanas, Sp.OG(K), KFM, MARS, FISQua menyampaikan peran YKI merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam perjuangan kemanusiaan melawan kanker.
Ia menekankan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan psikologis. Masih banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga terapi menjadi lebih kompleks dan beban yang ditanggung keluarga semakin berat.