CARAPANDANG.COM, KHARTOUM -- Menteri Kesehatan Sudan Haitham Mohamed Ibrahim pada Minggu (26/7) mengatakan bahwa sekitar 75 persen rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan primer di negara itu telah kembali beroperasi setelah mengalami kerusakan parah akibat perang, dan pendanaan internasional senilai 293 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.973) telah berhasil dihimpun untuk mendukung pemulihan sektor kesehatan.
Dalam konferensi pers di Khartoum, Ibrahim mengatakan bahwa selama perang, upaya difokuskan pada layanan kesehatan darurat. Kini, setelah kementerian kembali ke ibu kota, fokus beralih ke pembangunan kembali sistem kesehatan.
Dia mengatakan kementerian tersebut tengah menjalankan rencana untuk memulihkan dan memperluas layanan kesehatan di seluruh negeri. Dia menambahkan bahwa inisiatif pembangunan kembali, yang diberi nama "Strategi Harapan" (Hope Strategy), dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dijadwalkan diluncurkan pada Rabu (29/7). Inisiatif tersebut bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan primer dan layanan kesehatan spesialis di seluruh negeri.
Dia juga mengatakan bahwa kementerian tersebut telah menandatangani perjanjian pembiayaan senilai lebih dari 293 juta dolar AS dengan sejumlah bank pembangunan dan lembaga internasional. Selain itu, kementerian juga telah memperoleh komitmen pendanaan sekitar 150 juta dolar AS untuk tiga tahun ke depan.