CARAPANDANG - Pemerintah Spanyol kembali menegaskan penolakannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata melawan Iran dan secara resmi membantah klaim Gedung Putih yang menyatakan bahwa Madrid telah menyetujui kerja sama militer dengan Amerika Serikat.
Ketegangan diplomatik antara kedua negara sekutu ini semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutuskan hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Krisis dimulai setelah Spanyol menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan militer bersama di Rota dan Moron, Spanyol selatan, untuk mendukung operasi serangan terhadap Iran.
Penolakan ini memicu kemarahan Presiden Trump yang pada Selasa (3/3/2026) menyebut Spanyol sebagai negara yang "sangat buruk" dan mengancam akan mengakhiri semua hubungan komersial dengan Madrid.
Namun, situasi semakin runcing ketika Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (4/3) waktu setempat mengklaim bahwa sikap Spanyol telah berubah. Leavitt menyatakan bahwa Pemerintah Spanyol setuju untuk bekerja sama dengan militer AS dalam beberapa jam terakhir setelah mendengar pesan tegas dari Presiden Trump.
Klaim tersebut langsung mendapat bantahan keras dari Madrid. Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares, dalam wawancara dengan stasiun radio Cadena Ser pada Kamis (5/3/2026), menegaskan bahwa posisi negaranya tidak berubah sedikit pun.