"Saya menyanggah pernyataan juru bicara Gedung Putih tersebut. Posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah, pengeboman terhadap Iran, dan penggunaan pangkalan kami tidak berubah," tegas Albares.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga kembali memperkuat sikap negaranya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional, Sanchez dengan tegas menyatakan prinsipnya hanya dalam tiga kata: "tidak ada perang" atau "no a la guerra".
Ia memperingatkan bahwa perluasan konflik hanya akan memicu bencana global.
"Kami tidak akan menjadi kaki tangan dalam sesuatu yang buruk bagi dunia, maupun bertentangan dengan nilai dan kepentingan kami hanya untuk menghindari pembalasan dari siapa pun," ujar Sanchez, seperti dikutip dari Reuters.
Wakil Perdana Menteri Spanyol Maria Jesus Montero turut menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan asing.
"Kami tentu saja tidak akan menjadi bawahan siapa pun. Kami tidak akan menoleransi ancaman apa pun dan kami akan mempertahankan prinsip-prinsip kami," katanya kepada wartawan di Madrid.
Sikap tegas Spanyol ini mendapat apresiasi dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam pernyataannya, Pezeshkian memuji perilaku Spanyol yang dianggapnya bertanggung jawab dan menentang agresi militer.
"Ini menunjukkan bahwa etika dan hati nurani yang terbangun masih ada di Barat," ujar Pezeshkian.
Di tengah tekanan dari Washington, Spanyol justru mendapatkan dukungan dari negara tetangganya, Prancis.