Zulmaeta menambahkan, Payakumbuh telah memiliki fasilitas pengolahan pertanian seperti sentra pemotongan hewan dan Sentral Rendang. Namun, pengembangan ekspor rendang masih memerlukan penguatan standar dan sertifikasi kualitas hewan.
“Kalau kualitas hewannya bisa disertifikasi, ini peluang besar untuk ekspor rendang ke luar negeri,” katanya.
Selain sektor pertanian dan industri, Pemko Payakumbuh juga berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penataan pajak kendaraan dan perparkiran, serta pengembangan kawasan industri dan pergudangan di jalur strategis kota.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Payakumbuh, demi pembangunan yang lebih terarah, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. (adpsb/cen/bud)