Beranda Ekonomi Prabowo Minta Ekspor Beras Tidak Rugikan Petani

Prabowo Minta Ekspor Beras Tidak Rugikan Petani

Ia menegaskan bahwa meskipun beberapa negara kini memburu beras Indonesia di tengah krisis pangan global, harga jual harus tetap menguntungkan petani.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Presiden Prabowo Subianto meminta agar ekspor beras yang dilakukan Indonesia tidak merugikan petani dalam negeri. Ia menegaskan bahwa meskipun beberapa negara kini memburu beras Indonesia di tengah krisis pangan global, harga jual harus tetap menguntungkan petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden menyebut sejumlah negara yang selama ini merasa lebih hebat kini datang ke Indonesia untuk membeli beras setelah negara-negara produsen lain menghentikan ekspor pangan.

"Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, tapi sekarang harus datang ke Indonesia, minta, boleh nggak kita beli beras," kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan bahwa India telah menghentikan ekspor beras, jagung, dan gandum, yang kemudian diikuti oleh Bangladesh. Situasi ini menyebabkan sejumlah negara mencari pasokan alternatif ke Indonesia.

Meskipun pemerintah akan membantu negara-negara yang membutuhkan, Presiden menekankan bahwa harga penjualan tidak boleh merugikan petani Indonesia.

Ia secara khusus mengingatkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Bulog untuk tidak menjual beras terlalu murah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait