Beranda Internasional Perundingan Damai Gaza Mandek, Hamas Tolak Seruan Pelucutan Senjata

Perundingan Damai Gaza Mandek, Hamas Tolak Seruan Pelucutan Senjata

Rencana perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump tersebut menjadikan pelucutan senjata Hamas sebagai prasyarat utama.

0
Tentara Hamas (The Guardians)

Dari pihak Hamas, penolakan terhadap pelucutan senjata kembali ditegaskan. Juru bicara Hamas di Lebanon, Walid Kilani, sebelumnya menegaskan bahwa penyerahan senjata hanya mungkin dilakukan setelah berdirinya negara Palestina yang berdaulat dan memiliki tentara nasional.

"Sikap kami jelas dan tegas: selama pendudukan berlanjut, perlawanan akan terus ada," tegas Kilani.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh pemimpin senior Hamas, Khaled Meshaal, pada akhir tahun lalu. Meshaal menyatakan kelompoknya terbuka pada gagasan pembekuan senjata untuk sementara, tetapi menolak mentah-mentah tuntutan pelucutan senjata total.

"Perlucutan senjata bagi seorang Palestina berarti merampas jiwanya sendiri. Mari kita capai tujuan itu dengan cara lainnya," kata Meshaal dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Di tengah kebuntuan ini, tekanan dari pihak Israel justru semakin mengeras. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang juga anggota Kabinet Keamanan, baru-baru ini mengancam akan kembali menduduki Gaza jika Hamas tidak mematuhi ultimatum untuk melucuti senjatanya.

"(Tentara Israel) pasti akan memasuki dan menduduki Gaza jika Hamas tidak melucutkan senjata," ujar Smotrich mengutip Reuters.

Smotrich menambahkan bahwa Hamas akan diberikan waktu beberapa hari ke depan untuk membuat keputusan. Ia mengklaim bahwa Israel memiliki legitimasi internasional dan dukungan AS untuk bertindak jika Hamas gagal mematuhi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait