Beranda Internasional Perundingan AS-Iran: As Minta Fasilitas Nuklir Iran Dibongkar

Perundingan AS-Iran: As Minta Fasilitas Nuklir Iran Dibongkar

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kepada televisi pemerintah bahwa pembicaraan mengalami kemajuan yang sangat baik dan memasuki unsur-unsur kesepakatan dengan sangat serius, baik di bidang nuklir maupun di bidang sanksi.

0
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi Bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di Jenewa, Swiss (Reuters)

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali sebelum perundingan bahwa republik Islam tersebut sama sekali tidak mengupayakan senjata nuklir, merujuk pada fatwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang melarang senjata pemusnah massal.

Perundingan berlangsung di bawah bayang-bayang ancaman militer dan penumpukan kekuatan AS terbesar dalam beberapa dekade di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump sebelumnya memberi Iran tenggat 15 hari untuk mencapai kesepakatan, memperingatkan akan terjadi hal-hal yang sangat buruk jika tidak ada kesepakatan.

Dalam pidato kenegaraan Selasa lalu, Trump menuduh Iran mengejar ambisi nuklir yang jahat dan mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa serta pangkalan AS di luar negeri. Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan itu sebagai kebohongan besar.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menegaskan bahwa program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan kawasan harus menjadi bagian dari negosiasi. Iran bersikeras hanya membahas isu nuklir.

Sebagai bagian dari penumpukan kekuatan, kapal induk USS Gerald R. Ford dikerahkan ke Mediterania minggu ini, bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah berada di kawasan.

AS kini memiliki lebih dari selusin kapal perang di Timur Tengah, termasuk dua kapal induk sekaligus yang jarang terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait