Beranda Internasional Perundingan AS-Iran: As Minta Fasilitas Nuklir Iran Dibongkar

Perundingan AS-Iran: As Minta Fasilitas Nuklir Iran Dibongkar

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kepada televisi pemerintah bahwa pembicaraan mengalami kemajuan yang sangat baik dan memasuki unsur-unsur kesepakatan dengan sangat serius, baik di bidang nuklir maupun di bidang sanksi.

0
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi Bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di Jenewa, Swiss (Reuters)

Meski terdapat kemajuan, perundingan masih menghadapi tantangan berat. Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip sejumlah media, AS membawa tuntutan keras yang menuntut Iran membongkar tiga fasilitas pengembangan nuklir utamanya di Fordow, Natanz, dan Isfahan, serta menyerahkan seluruh stok uranium diperkaya yang diperkirakan mencapai 10.000 kg kepada Washington.

AS juga menuntut kesepakatan yang bersifat permanen tanpa batas waktu, berbeda dengan JCPOA 2015 yang memiliki masa berlaku.

Washington hanya menawarkan keringanan sanksi minimal di awal, dengan janji pencabutan tambahan jika Iran menunjukkan kepatuhan berkelanjutan.

Menanggapi tuntutan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut perundingan berlangsung dalam suasana intensif dan serius dengan kedua pihak mengajukan proposal yang signifikan dan praktis.

Namun, ia juga menyoroti adanya "pernyataan kontradiktif" dari pejabat AS tertentu dalam proses negosiasi.

Sumber diplomatik menyebut Iran menawarkan konsesi berupa pengurangan tingkat pengayaan uranium dari 60 persen menjadi serendah 1,5 persen, serta moratorium pengayaan selama beberapa tahun. Iran juga mengusulkan pemrosesan uranium secara bersama dengan negara tetangga di kawasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait