Selain menghasilkan informasi yang lebih cepat, kualitas data juga menjadi perhatian utama. Dede mengatakan bahwa citra satelit harus melalui berbagai proses koreksi geometrik dan radiometrik agar memiliki standar yang sama sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai instansi.
“Data satelit yang telah melalui proses koreksi dapat digunakan bersama oleh berbagai sektor. Standardisasi sangat penting agar hasil analisis dapat diterapkan secara konsisten di berbagai wilayah tanpa menghasilkan perbedaan yang signifikan. Standardisasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun satu data geospasial nasional yang dapat dimanfaatkan lintas sektor, mulai dari pertanian, kehutanan, tata ruang, lingkungan hidup, hingga mitigasi bencana.” ujar Dede.
Lebih lanjut, Dede menekankan bahwa sistem penginderaan jauh harus terus dijalankan secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan, data spasial yang dihasilkan merupakan sumber informasi utama untuk memantau dinamika wilayah Indonesia yang sangat luas dan terus mengalami perubahan.
Dalam perspektif ketahanan pangan, Dede menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang saling berkaitan, yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketiga pilar tersebut dapat dianalisis secara komprehensif menggunakan data geospasial.