Strategi kedua adalah transformasi pariwisata dan ekonomi hijau melalui penguatan quality tourism di kawasan Mandeh serta pemanfaatan energi geothermal berbasis pembiayaan hijau.
Ketiga, akselerasi digitalisasi UMKM melalui perluasan jaringan broadband hingga ke desa, onboarding fintech, serta integrasi QRIS dalam rantai nilai pariwisata yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 1–2 persen.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya mitigasi bencana sebagai investasi ekonomi jangka panjang.
“Kita harus memandang mitigasi bencana sebagai investasi ekonomi. Percepatan perbaikan jalur vital seperti Sitinjau Lauik dan Lembah Anai menjadi kunci distribusi pangan. Kita juga akan mendorong asuransi pertanian secara masif dan pembangunan pengendali banjir di sentra produksi,” pungkasnya. (MC)