Edvidel menambahkan, setiap peserta mendapatkan pelatihan budidaya jamur tiram selama satu hari dan menerima 150 baglog jamur tiram siap panen yang dapat langsung dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Menurutnya, bantuan produktif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi pangan bergizi dalam keluarga sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan produktif ini mampu meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga. Jika berkembang dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya,” katanya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sinergi antara penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan keluarga. Kebijakan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Dengan dukungan berbagai pihak, program budidaya jamur tiram tersebut diharapkan mampu melahirkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang dimulai dari tingkat rumah tangga. (MC)