Ia menjelaskan budidaya jamur tiram dipilih karena memiliki banyak keunggulan. Selain tidak membutuhkan lahan yang luas dan mudah dibudidayakan, jamur tiram juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan serta mengandung berbagai nutrisi penting bagi kesehatan keluarga.
“Melalui pelatihan dan bantuan baglog ini, kami berharap keluarga penerima memperoleh tambahan sumber pangan bergizi sekaligus peluang usaha rumah tangga yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Elzadaswarman menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bantuan produktif yang diharapkan mampu berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga penerima manfaat.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan bantuan yang diterima secara optimal, mulai dari proses perawatan hingga pemasaran hasil panen.
“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, apabila dikelola secara konsisten dan sungguh-sungguh, budidaya jamur tiram dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.